Minggu, 17 April 2011

epitaf : yang tak bernama

: kepada april, perempuan yang terlambat, februari yang tertinggal

satu almanak penuh duka terlewati, dosa terwakili, namun hati tiada pernah terobati. di sini, rongga dadaku tak seperti karet, saat aku menampung tadah hujan airmata...

membilas kenangan tak sama dengan dengan mantrai hati dengan ikhlas, di sini waktu mengabadi luka yang tiada terganti sesal. patah rindu sebelum saling menemu kita satu dan berpeluk.

aku, perempuan....yang pernah menjadikan mu ada, dan tiada dalam rahim hujan - satu pagi, februari basah
: oleh durja, aku yang terlambat

*listening tak ada gantinya by ipank.
"bantu aku, pergi dari sepi yang kurasa menyakitkan"

03.11.11

-untitled- hanya sebuah ceracau malam

betapa abadi sajaksajak yang menganak sungai, bermuara...
lalu tersimpan antara laut dan matahari

aku menunggu, bibir terkatup...

sementara, di belakang halaman rumah, di sawah-sawah
serangga bernyanyi, katak berpuisi; lagi-lagi
segelintir pesan tentang janji musim

......lalu kutulis jua puisi
dari air mata yang pernah kering. sebuah sabda
dengan panjipanji atas kenangan, kesetiaan, juga ingkar

"jadilah, ayat-ayat rindu yang tak pernah selesai, tersebar di ladang para petualang rasa"

namun apa benar? sekali saja
kata sama dengan ucap, lalu kita sama dengan bayang

reenworld, 11.03.2011

Lenyap

: siapapun itu yang pernah singgah

di sini, desau angin berbisik, lirih
membaca separuh kisah langit dan bintangbintang

huff...

satu hela nafas saja dan sejengkal jarak titik temu
serta kehilangan. dan benarlah adanya
l e n y a p

30.03.11

eksistensi itu esensinya sama dengan hampa, kita tak kembali pada sejarah di titik nol

Senin, 11 April 2011

di sini gerimis bermula, belum menemu akhir
merapalkan baitbait yang tak pernah selesai menjadi mantra

.....serenade ritmis, mungkin juga magis

senyawa hening dari rahim waktu
senyap paling riuh dari segala yang gaduh

itulah rindu....

bandung, 26 Maret 2011

close to you ^_^

selebihnya catatan ini hanya berceloteh tentang rasa
dan kamu, ada di sela--sela baris dan aksara yang tak cukup tertata untuk sebaris kalimat
waktu untuk sebuah tanda tanya, dan jarak hanyalah kata penghubung

-masih, dalam sebaris rindu (selalu ada tanda baca koma)-

^_^, close to you

bandung, 19.03.2011

Episode Rindu : Dari Kamar Tidur

Aneh rasanya, jika menulis tentang lanskap langit
yang kerap kulihat dari jendela rumah
tentang dadaunan basah dan kabut dari balik kaca
atau tentang rumput ilalang yang melambai
dari balik kaca

aku, di ruang 4 x 4
(dengan penerangan remang, masih bergelung dalam selimut)
mataku masih menyusur berita-berita seputar bencana
teror, dan juga isuisu basi yang begitu rentan
- ketika kau kadang terlintas dalam benak resah
tersenyum dari balik layar ponselku, ada aku di situ
pada satu masa perjumpaan

o, apa sebenarnya arti jarak? apa yang tersisa dari waktu ?
lalu sepotong kenangan tak lengkap
dan kecemasan

Kau tahu, aku terkadang ingin menulis
masih tentang rumput ilalang liar
dan tentang taman kunang-kunang di depan jalan rumahku
juga kau

Tapi, aku masih di ruang 4 x 4
(dengan penerangan remang, masih bergelung dalam selimut)
masih berkutat dengan buku-buku fiksi
yang tak juga selesai kubaca sampai tuntas
juga lariklarik euforia yang masih sama ambigu, bagiku
- ketika kau terilintas dalam benak, tinggal suara dalam kata
di tengah rutinitas, memperbincangkan tentang hari ini
seperti meminum segelas cappucino,yang pernah kita sesap bersama

lalu kau di mana, cinta?

-dalam sebaris rindu-

Bandung, 19.03.2011 - 03.17

-risalah-

segala yang bergeming di rongga dada
lafalkan sekali lagi ayatayat yang tak pernah tuntas 
untuk dibaca

: kematian berulang bagi segala risalah 

bandung, 15.03.2011

Pemimpi

 : Lamhot Susanti Saragih

Adalah hati yang membujuk rupa kenangan pada silam. Ia berjalan seakan merepih segala yang tercecer di bilangan masa. Sesekali ia memincingkan mata dan berkata dengan notasi yang paling sinis  

"ah sudahlah, getar-getar itu hanya ilusi dan keterasingan yang tak dapat dipercaya. Kita tersesat dan aku yang terlalu bodoh"

Tapi ketahuilah, dalam diam yang indah ia mengumpulkan remahremah rindu yang begitu manis. Selaksa keinginan mengecup kening malam dalam impian, sebelum jam berdentang duabelas kali dan menutup lembar hari.

adalah hati, seorang putri pemimpi

reenworld, 30.03.2011

Melankolia Rindu : Sentimental Sesaat

Ku biarkan ini menjadi sesuatu yang sentimental. Liris jatuh di antara derik hujan yang baru saja turun ketika malam membuka sebuah episode usang. Masih kita memainkan lakon yang itu-itu juga, dengan rasa yang datang dan pergi. Meski, tak pernah sama persis lagi kehadirannya.

Sesuatu yang tak lekang, meski waktu itu kaku. Perputaran yang tak pernah mundur namun berhak penuh untuk berlari dan mendahului sebelum kita berteriak "jangan!".

Adalah nilai kenyataan yang terlupa, terhanyut, dan terlena. Saat kita menikmati secangkir kopi pahit di antara carut yang bersahaja, antara larut dan terjaga. Semisal rasa khilaf, tak lagi layak untuk disucikan oleh seisi jagad.

O, mengertilah aku mendamba kesekian rasa sakit yang pernah menjadikan aku tempias bayang. Untuk sekedar mengenang, menjadikan malam ini lebih panjang dan membiarkan sentimental ini tinggal sedikit lebih lama - lalu hilang saat pagi terlambat datang.

19.03.2011

(haiku) - kesetiaan

 ini tentangku
dan hujan merah jambu
kesetiaan

Bandung, 121210 @silencecorner

Tentangmu, Sebuah Nama

 : rebelious rain soul 

1/
Adalah nama, hanya titipan sebuah epitaf - kelak. Dan kau tuan, aku tak pernah tahu siapa namamu sesungguhnya. Satu sisi rupa, dua atau beberapa panggilan, mungkin hanya menggenapkan dirimu dan aroma secangkir kopi yang kau sesap setiap pagi. Pahit.

2/
Setelahnya, sebatang kretek akan menemanimu mengawang imaji; katakata. Berjuntai kisah, mungkin roman picisan, atau sesekali monolog serapah kosong melanglang dengan rasa yang selalu berulang. Menasbihkan gerimis paling gaduh untuk sepersekian kisi waktu.Sepi.

3/
Tapi apa yang kau cari, tuan? Bukankah sudah begitu cara seseorang datang dan pulang ke alamat kenangan tak bernama, dengan rasa yang (lagi-lagi) sama?. Oi, nyeri itukah yang masih kau cari? Seperti beribu tusukan jarum di tubuhmu, dan serupa reliku di wajah tirusmu.

09.03.2011

INTERLUDE HUJAN

Semusim senja yang basah, merajukkah dirimu menggumpal kata yang berdetak. Di bawah derai rongga langit, rindu membahana dari seorang pengembara hening di awal musim. Sudilah kiranya segenap semesta menampung  letih dan airmata, meski sesekali ia mendurga di atas sepi yang indah.
: pada sebuah interlude, belum lagi usai rerintik jatuh memenjarakan mimpi kusut masai hingga terkulai

Bandung, 07 Februari 2011

Nada Kehidupan

lalu inikah kehidupan itu?

Ketika sang surya menorehkan gurat kuning keemasan seperti sebuah siluet di sebidang cakrawala; ketika langit hanya menyisakan sedikit ruang untuk pendar cahaya menembus gumpalan-gumpalan awan yang berarak; ketika angin berbisik mengajak rumput dan ilalang berdendang menari bersama nada paling hening - mengantar sejauh tatap mata berbatas pandang.

Ketika berhadapan dengan laut yang begitu tenang, ombak berdesir perlahan menepi menghapus jejak-jejak pasir yang tertinggal. Ketika seseorang duduk terhanyut dalam lamunan, hanya ditemani seekor kawan yang paling setia, tanpa percakapan, cukup saling memahami.

Ketika setelahnya hanya akan ada kekosongan saat sosok itu pergi dan berlalu, menjadikan waktu sebuah rekaman hitam putih dalam alunan orkestra alam paling indah – simfoni ingatan, juga rindu.

hei, barangkali inilah kehidupan itu

13.03.2011

(ode) Pejalan Malam

: reza
Malammalam romansa itu saling berkejar, susul menyusul pada mungkin yang entah bagaimana kau menamainya. Selaksa kepingan rindu, esensi yang sama masih begitu melekat dengan aroma kecintaanmu pada hitam. Berapa lama lagi, berapa jarak dan usia tempuh sebuah perjalanan? 

“aku, masih bernafas” jawabmu, selalu dengan nada yang paling sederhana 

Sesaat lalu kau melirihkan hangat dian mentari yang masih saling melambai bersama musim duka kitab abadi. Belum juga usai kau membacanya

“tentu saja, harum ingatan dan tempias gerimis itu berbeda, seperti bumi enggan menistakan cinta kasih pada Sang Malam” katamu.


 27.02.2011

anothe day without...

sudah berapa lama aku berdiam disini memulihkan segala ketakutanku? toh semua kekhawatiran itu sebagian masih enggan bergegas bukan? jika aku bisa mempercayakan diriku pada seseorang, mengaa aku tetap enggan mempercayai banyak hal prinsipil di sekitarku yang begitu nyata. Toh, semua kejadian buruk itu hanya diijinkan terjadi padaku bukan? tetap berdiam disinipun aku akan tetap menemukan resiko-resiko itu dan itu sedah terbukti. aku lelah....

Senin, 04 April 2011

- penyesalan-

: deep inside my heart

di sini aku ada, tanpa sepatah kata
dan di sini, kita terlupa bahwa semua pernah ada

hitung saja lilitan waktu, demi waktu
yang tak pernah tersimpul menjadi semu
setubuh keadaan meski ambigu

di sini, dalam lugu. gadis kecil,kau namakan ceria,
di penghujung satu usia. Mungkin hadiah terindah

kini, dialah musim semi pada nama terkata terlambat
: yang terlunta dari malam, sepatah maaf.

04.04.11

Sabtu, 02 April 2011

-none-

seberapa jauh jarak?
seberapa banyak waktu
dan seberapa banyak sampah


seberapa aku paham, dan seberapa panjang kesabaran itu?

oh, waktuku sangat berlimpah hari ini, sangat berlimpah! hingga aku ak tau seberapa banyak sampah yang kubuang hari ini.

bandung, 03.04.2011

Jumat, 25 Maret 2011

Para Perindu

: jiwajiwa perindu
 
Sejauh itu semua bermula kata, tak lagi menyimpan makna yang terlalu dangkal tapi juga tak cukup dalam. Mungkin cuma sekedar, semusim basah yang tumpah ruah menjadi sepenggal gelisah. Lalu apa? Padaku, ada bianglala melingkar seperti pertanda. Aku, tanpa nanar membias binar setatap jiwajiwa pencinta yang paling lugu - rindu.

25.03.2011 - 08.45

Rabu, 19 Januari 2011

(DAY 2) If only - Tak Hanya Kita, Tapi Juga Tentang Waktu

Sebetulnya bingung kalo harus membahas film favorite, soalnya aku memang hobi nonton segala macam jenis film (kecuali yang berbau-bau sadis, no thanks...mendingan gak nonton daripada sesudahnya aku stress sendiri). Tapi, okelah...setelah pikir-pikir (dan sesuain perasaan hati) aku memilih salah satu my fave film. Judulnya If Only (2004). Emang udah agak lama ya, tapi jujur aku sendiri baru nonton film ini sekitar tahun 2009 kemaren (kemane aje gw deh).

Film ini bergenre drama romantis, bercerita tentang seorang mahasiswa sekolah musik di Amerika yang bernama Samantha (Jenifer Love Hewitt). Sam memiliki seorang kekasih bernama Ian Wyndham (Paul Nicholls). Kisah ini berawal tentang cerita keseriusan Sam dalam menjalani hubungannya dengan Ian, namun sejauh apapun Sam mencoba untuk menghapus jarak diantara mereka, kekasihnya itu tetaplah seorang yang tertutup dan tak pernah mau membicarakan keseriusan hubungan mereka. 

Hingga pada satu hari terjadilah pertengkaran antara mereka berdua, dan sam pergi meninggalkan Ian. Tapi ternyata di sebuah lampu merah taksi yang di kendarai Sam mengalami kecelakaan dan Sam meninggal dalam kecelakaan itu. Tentu saja ian sangat terpukul dan menyesali kejadian ini (see, penyesalan memang tak pernah dibayar di muka dan sesuatu atau seseorang itu jauh lebih berharga di mata kita setelah kita kehilangan...)

Akhirnya malam itu sebelum tidur Ian membaca sebuah diary milik Sam, dan membaca semua catatan hariannya itu termasuk cacatan hari dimana mereka bertengkar. Betapa kecewanya Ian, karena merasa selama ini telah banyak mengabaikan perasaan kekasihnya, serta mengabaikan keseriusannya. Akhirnya, Ian tertidur sambil memeluk diary milik Sam. 

Keesokan paginya, Ian mendapati bahwa Sam masih hidup! Mereka terbangun di pagi hari,dan semua kejadian yang terjadi pada hari dimana Sam meninggal, terjadi kembali pada hari itu. Sesaat Ian pun sadar bahwa Tuhan memberinya anugerah ini supaya ia tidak mengulangi kesalahan yg sama seperti yg dilakukannya kemarin. Ini adalah kesempatan keduanya yg tak boleh ia sia-siakan. Ian melakukan berbagai cara agar semua yg terjadi berbeda dengan apa yg terjadi kemarin. Ian pun membawa kekasihnya pergi ke suatu tempat yg Sam inginkan. Ternyata tempat itu adalah kampung halaman Ian. Sam ingin tahu tempat Ian tumbuh dewasa, tempat Ian tinggal semasa kecil, sekolahnya, jalan yg selalu dilaluinya, segalanya tentang masa lalu Ian. Ian pun menjadi sosok yg berbeda hari itu. Menjadi sosok yg benar-benar diimpikan oleh Sam. Sam merasa sangat bahagia hari itu. Ian pun menjadi lebih terbuka dan menceritakan segalanya kepada Sam.  

Hingga saat malam hari selepas konser, hal yg sama seperti kemarin terjadi. Sam menaiki taksi. Namun kali ini Ian ikut bersamanya. Hal itu pun terjadi. Setelah lampu hijau, ada mobil yg menerobos lampu merah dan menubruk taksi yg dinaiki Ian dan Sam. Tetapi kali ini Ian melindungi Sam, ia memeluk Sam erat beberapa detik sebelum kecelakaan maut itu terjadi. Sam selamat. Tetapi Ian tidak, ia meninggal. hikz... 

Ada satu moment percakapan yang berkesan dalam film ini, "I have to tell you this and you need to hear it. I loved you since I met you, but I wouldn't allow myself to truly feel it until today. I was always thinking ahead, making decisions soaked with fear... Today, because of you... what I learned from you; every choice I made was different and my life has completely changed... and I've learned that if you do that, then you're living your life fully... it doesn't matter if you have five minutes or fifty years. Samantha if not for today, if not for you I would never have known love at all... So thank you for being the person who taught me to love... and to be love"

Selama kita bersama seseorang, sering kali kita lupa waktu. Lupa bahwa waktu itu bisa berubah seperti membalikan telapak tangan. Kita lupa untuk utuh menjadi diri sendiri untuk orang yang kita cintai, kita lebih sering menuntut ketimbang mencari titik kebersamaan itu menjadi sebuah proses pendewasaan sebuah hubungan. (setidaknya ini yang aku tangkap dari film ini) 

Berapa waktupun yang kita, lima menit sepuluh menit, atau bertahun-tahun jadikan moment itu adalah kebersamaan terbaik yang bisa dikenang seumur hidup. Terkadang, kita harus menyadari bahwa ada sesuatu yang di luar lingkar diri kita, yang tidak pernah bisa kendalikan. sesuatu yang berkuasa atas perjumpaan, perpisahan dan juga kehilangan. Sesuatu itu adalah Garisan Tangan. 

***

It’ll be alright, you said 
Tommorrow don’t you cry 
Don’t you shed a tear 
When you wake up I will still be here 
When you wake up we’ll battle all your fears 
And now I’ll… 
Take my heart back 
Leave your pictures on the floor 
Steal back my memories 
I can’t take it anymore 
I’ve cried my eyes out 
Oh,and now I face the years 
The way you loved me 
Vanished all the tears 
Just a little more time was all we needed 
Just a little time for me to see 
Oh,the light that life can give you 
Oh,how we get such a free 
So now I’ll… 
Take my heart back 
Leave your pictures on the floor 
Steal back my memories 
I can’t take it anymore 
I’ve cried my eyes out 
Oh,and now I face the years 
The way you loved me 
Vanished all the tear… [Take My Heart Back by Jennifer Love Hewitt]


Senin, 17 Januari 2011

Day 1, My Fave Song (30 of MEME)

lagu biasanya menjadi favorit buat ku bisa karena 3 hal, yaitu: enak di denger, liriknya oke, dan satu lagi, jika lagu itu menggambarkan suasana hati diriku sendiri (labay deh ). nah ini kira2 lagu2 yang sering kuputar sampai berulang-ulang :

1. My Immortal - Evanescene, suka lagu ini apalagi kalo didengerin malem2 pas sepi banget ^^

2. Shoot The Moon - Norah Jones, aku penggemar berat Norah Jones, semua lagunya buat ku enak di denger dan adem banget. Oh ya, lirik lagunya bagus, tapi aku paling suka yang ini.


When the snows come rolling through
You're rolling too with some new lover
Will you think of times you've told me
That you knew the reason
Why we had to each be lonely
It was just the season


3. Dear God - Avengade Sevenfold, selain emang suka liat vokalisnya (ganteng siy ) aku suka lirik lagu ini.

4. By Your Side - Sade, dulu aku suka lagu ini karena seseorang. Di saat dia ada masalah dan cenderung down dan menghilang, berulang-ulang aku dengerin lagu ini, berharap dia tau kalo aku ada di disini kapan saja untuk dia, saat dia tak menemukan jalan pulang. hiks...

5. Tersimpan - Glenn Fredly, gak banyak kata deh aku Big Fans nya Gleen ^^

6. Only Time - Enya, semua lagu enya buatku bukan hanya pengantar tidur, tapi saat2 aku ingin menulis dan mencari inspirasi aku lagu2nya selalu bisa membuat aku semangat dan terhanyut di dalamnya. Only Time, memang gak banyak liriknya, tapi buat ku makna nya dalem banget

7. OST City of Angel (Angel & Iris), dua lagu dari sountrack film ini jadi lagu2 yang sering aku putar juga, bukan cuma karena aku suka filmnya, tapi aku juga suka dengan kirik kedua lagu ini. Terutama, lirik yang Iris (by: Goo Goo Dolls).
And I don't want the world to see me
Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am


8. Innocent - Avril Lavinge. Entah kenapa, saat aku lagi senang dan merasa begitu tenang, aku suka sekali lagu ini. Beberapa waktu kemarin, tiap pagi saat perjalanan ke kantor di bawah langit biru (sambil di bonceng adekku naik motor) aku selalu puter lagu ini.


Waking up I see that everything is ok
The first time in my life and now it’s so great
Slowing down I look around and I am so amazed
I think about the little things that make life great
I wouldn’t change a thing about it
This is the best feeling

(terlalu banyak hal-hal kecil yang kita lewatkan, padahan hal-hal itu menyimkan keindahannya sendiri, dan yang terpenting, membuat kita lebih bersyukur bisa menikmati semua hal itu)


9. Man In The Mirror - Michael Jackson. Ini lagu lama dari alm. om MJ. Liriknya aku rasa positif, jika kita ingin mengubah dunia sekitar kita, maka lihatlah diri yang sedeng bercermin, mulailah dari diri kita sendiri.

10. Semoga - Kla Project. Semua lagi Kla Project aku suka, dari jaman aku kecil sampai sekarang aku rasa lagu-lagu mereka masih sering terdengar di radio. Selain itu juga lirik nya cukup puitis.

11. Old And Wise - Allan Parson Project. Yep...aku kenal lagi ini gara2 requestnya mas Suga. Trus aku cari lirik dan video clipnya, dan akhirnya aku fallin in love deh sama lagu ini.

And oh, when I'm old and wise
Heavy words that tossed and blew me
Like Autumn winds that will blow right through me
And someday in the mist of time
When they ask you if you knew me
Remember that You were a frined of mine
As the final curtain falls before my eyes
Oh when I'm Old and wise

12. Home - Michael Buble, ini lagi sering aku puter kalo lagi homesick

13. Tentang Cinta - Ipank, suka lagu ini karena seseorang, dan lirik nya nancleb di hati

14. Tak Lekang Oleh Waktu - Kerispatih, ini lagi yang suka bikin termehek-mehek, tapi itu dulu, sekarang udah gak lagi, life is goes on...


15. Perfect - Simple Plan. Setiap kali denger lagu ini, selalu teringat papa


16. Savage Garden - I Knew I Love. Ini udah resmi jadi OSTnya aku dan si....ehm...






segini aja dulu ya, soalnya kalo ngomongin my fave song list ini bakal jadi panjang.
Yup, day 1 sudah selesai.....semoga besok masih semangat bikin day 2, dan seterusnya